Fasilitas Kilang Badak LNG

Badak LNG Plant merupakan salah satu dari 2 Kilang gas alam cair yang mendukung bisnis LNG Indonesia, terletak di Bontang, Kalimantan Timur. Nama Badak berasal dari lokasi pertama ditemukan gas untuk memasok gas ke kilang LNG Badak. Konstruksi dimulai pada pertengahan 1974 dan sekitar 36 bulan kemudian, pada tanggal 5 Juli 1977, LNG yang diproduksi dari LNG Train pertama, yaitu Train A. Kilang ini diresmikan pada tanggal 1 Agustus, dan pengapalan pertama LNG Indonesia dilaksanakan dari Bontang pada tanggal 9 Agustus 1977 oleh tanker Aquarius dengan tujuan Senboku LNG, Jepang.

Selama lebih dari 4 decade, pabrik LNG Badak yang pada awalnya dirancang dan dibangun untuk 2 train, telah berhasil dengan ekspansi menjadi 8 Train dan dilengkapi dengan fasilitas tambahan untuk memproduksi LPG.

Fasilitas tambahan dan pengembangan pabrik tersebut telah meningkatkan produksi LNG dari kapasitas awal sebesar 3,3 juta ton pada tahun 1977 menjadi lebih dari 22 juta ton LNG dan 1,2 juta ton LPG per tahun.

Pada saat yang sama, ditambahkan pipa gas , dari satu baris pipa 36 Inch menjadi empat baris pipa gas 36 Inch dan 42 Inch yang memasok gas alam dari ladang gas untuk mengisi LNG dan LPG. Pabrik LNG Badak pada saat ini yang dilengkapi dengan dermaga 3 LNG / LPG yang dapat dioperasikan secara bersamaan.

Dari delapan train tersebut (Train A hingga H), terdapat lima train yang dapat dioperasikan. Namun secara rata-rata sepanjang tahun 2016 hanya empat train kilang yang beroperasi karena menyesuaikan dengan jumlah pasokan gas alam yang diterima. Sedangkan satu train lainnya dalam kondisi idle siaga, siap untuk digunakan sewaktu-waktu bila ada masalah pada keempat train yang beroperasi. 

Kapasitas Kilang
 
 
 

Jumlah Train

(unit)

8

 

Kapasitas Produksi LNG

(millions tons/year)

22.5

 

Jumlah Tangki LNG

(unit)

6

 

Kapasitas Produksi LPG

(millions tons/year)

1

 

Jumlah Tangki LPG

(unit)

5

 

LOADING DOCKS

3