Paten Badak LNG

Badak LNG secara konsisten telah menerapkan budaya inovasi di dalam menjalankan operasinya. Saat ini, Badak LNG telah mendapatkan 14 PATEN dari Dirjen HAKI Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia yaitu: 

 

1. T-Plug Installer

The Perbaikan bocoran alat penukar panas (heat exchanger) sebelumnya dilakukan dengan mematikan train terlebih dahulu kemudian dilakukan pemasangan dan pengelasan plug. Dengan inovasi T-Plug Installer, perbaikan dapat dilakukan tanpa pengelasan dan dilakukan secara online (pada saat kilang/train tetap berjalan) sehingga tidak memerlukan shutdown kilang yang bisa menyebabkan terbuangnya feed gas dalam jumlah yang besar. Inovasi ini dapat mempersingkat waktu perbaikan bocoran sehingga menghemat energi secara total 73.313 MWh. Potensi gas rumah kaca dapat diminimalkan sampai 67.036 ton CO2e ketika kebocoran dapat dicegah dengan menggunakan T-Plug Installer. 
 

2. Drying Oven

Alat ini digunakan sebagai pengering stator dan rotor high voltage menggunakan udara blower yang dipanaskan heater. Alat ini menggantikan pemanasan dengan menggunakan 16 buah lampu mercury 1000 Watt 220 V yang membutuhkan waktu selama 494 jam. Dengan adanya Drying Oven, pengeringan stator dan rotor dapat dilakukan dengan waktu yang lebih singkat, sehingga dapat menghemat penggunaan energi hingga 14,71 MWh. Selain itu, inovasi ini juga menurunkan jumlah timbulan limbah lampu merkuri yang merupakan limbah B3 sebesar 32 kg/tahun. 


3. Biskuit Cangkang Kepiting

Inovasi ini menjadikan cangkang kepiting sebagai tepung bahan baku pembuatan biskuit dengan kandungan kalsium tinggi. Inovasi ini dimasukkan dalam program yang bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan kalsium masyarakat Kota Bontang yang memerlukan konsumsi kalsium diantaranya anak-anak, ibu hamil, manula, penderita kelainan tulang dan sendi dan penderita pasca bedah kelenjar thyroid. Selain itu, program ini mendukung ketahanan dan diversifikasi pangan yang dicanangkan pemerintah. 
 

4. Metode Cooldown Start Up

Inovasi ini mempersingkat proses cooldown MHE (Main Heat Exchanger) dengan cara pengaliran gas dingin ke dalam sistem pada start-up unit pencairan gas alam. Gas pendingin yang pada awalnya langsung dibuang, di-sirkulasi kembali dalam sistem pendingan. Hal ini menjadikan proses start-up lebih aman dan ramah lingkungan, serta memberikan penghematan energi sebesar 7.176 MWh per start-up serta penurunan beban emisi udara sebesar 1200 ton CO2e per start up. Program ini merupakan hasil inovasi yang belum pernah diimplementasikan di kilang LNG lainnya di seluruh dunia sehingga merupakan yang pertama kali di dunia (pionir) serta terbukti mampu mengurangi jumlah kehilangan energi secara signifikan. 

5. Metode Shutdown untuk Mencegah Kejut Termal

Inovasi ini bertujuan untuk mencegah terjadinya fenomena kejut termal (thermal shock) yang sangat mungkin terjadi pada proses shutdown kilang LNG. Oleh karena itu dilakukanlah modifikasi temperatur set pada saat shutdown, sehingga kejut termal dapat dicegah dan lebih banyak gas yang dijadikan produk LNG. Inovasi ini dapat menghemat energi sebesar 17.072.300 MWh per shutdown dan menghasilkan penurunan beban emisi CO2 sebesar 5.887 ton per shutdown. 
 

6. Expansion Joint Tugboat

Dengan memodifikasi Expansion Joint Saluran Gas Buang Tug Boat, bisa menurunkan kebocoran saluran gas buang. Penghematan jumlah pemakaian energi yang diperoleh sebesar 402,84 MWh/tahun sebagai dampak penurunan heat loss 10% dari total power mesin kapal Tug Boat atau setara dengan 402,8 MWh per tahun dan penurunan emisi sebesar 949,73 ton CO2 / tahun . Inovasi ini juga menurunkan kebocoran saluran gas buang dan memperoleh penurunan frekuensi kerusakan expansion joint sejumlah 7 buah per tahun per tug boat sehingga mengurangi jumlah limbah padat yang terbuang sebesar 0,08 ton/tahun limbah padat logam non B3. 
 

7. Intelligent Pontoon

Pembuatan rakit untuk membawa pelampung tanda navigasi batas kedalaman perairan Pelampung (lighted buoy) yang ada di atas perairan diperlukan sebagai tanda batas aman untuk para kapal besar untuk merapat ke tepi pantai. Dengan membuat rakit untuk membawa pelampung sebagai tanda navigasi batas kedalaman perairan, bisa mencegah adanya limbah padat non B3 berupa limbah metal dari pelampung (lighted buoy) yang karam ke perairan. Inovasi ini dapat mereduksi limbah padat non B3 sebesar 5000 kg. 
 

8. Ground Fault Locator

Operasi Kilang LNG memerlukan suplai listrik berupa tegangan DC untuk menggerakkan peralatan instrumentasi yang berasal dari 80 unit rectifier. Apabila terjadi gangguan tanah (ground fault) pada rectifier jika tidak cepat teratasi akan dapat menyebabkan gangguan pada instrumentasi peralatan yang berakibat pada plant trip. 

Dengan membuat alat untuk menentukan titik gangguan tanah secara online (Ground Fault Online Locator), program ini mampu menghindarkan dari plant trip dan mencegah kehilangan energi sebesar 60.000 MWh/ tahun dan mencegah pelepasan emisi ke udara sebesar 20 ton CO2e / tahun. 
 

9. Alat Penjernih Air

Ikan air tawar banyak dijadikan komoditas konsumsi masyarakat sehingga banyak masyarakat yang tertarik untuk dibudidayakan. Jenis ikan air tawar yang banyak digemari masyarakat misalnya ikan nila, mas, gurame, lele dan lain-lain. Namun dalam pembudidayaan ikan air tawar, air yang digunakan untuk budidaya tersebut tidak dapat langsung digunakan untuk semua tahapan pembudidayaan. Karena air tawar dari sungai dan danau kemungkinan sudah banyak tercapur dengan limbah rumah tangga seperti detergen, sabun, minyak dan lain-lain. Banyaknya limbah rumah tangga ini mempengaruhi pertumbuhan ikan air tawar. Kendala yang dialami yaitu jika menggunakan air dari sumur pompa maka biaya yang akan dikeluarkan akan cukup tinggi karena volume air bersih yang dibutuhkan sangat banyak. 

Instalasi penjernihan air sungai sesuai invensi ini menggunakan setidaknya tiga buah kolom yang berfungsi untuk mengendapkan, menjemur dan menyaring. Alat instalasi ini juga akan memberikan dampak positif bagi lingkungan karena dapat menghemat pemakaian air tanah sehingga cadangan air tanah terjaga kelesteriannya. Selain itu dengan adanya instalasi ini, maka dapat mengurangi volume air sungai yang tercemar limbah rumah tangga. 
 

10. Penjernih Air Perlindungan Logam Memanjang untuk Perangkap Uap Air 

Pelindung logam untuk perangkap air terdiri dari: jaring logam yang terbuat dari stainless steel dan memiliki ukuran 1 mesh, dan pelat alumunium untuk memperkuat jaring logamnya di mana jaring dibentuk menjadi bentuk tabung dan di bagian atas dan bawah dipasang dengan setidaknya satu pelat alumunium untuk mendukung jaring logam dan jaring logam bentuk tubular terhubung ke permukaan badan perangkap uap air dengan jarak minimum antara jaring logam dan badan perangkap uap air adalah 2 inci. 
 

11. Alat Pendeteksi Korosi Dini

Alat deteksi dini korosi di bawah isolasi terdiri dari pelat seng dan pelat tembaga yang diatur pada kain sintetis. Kedua pelat dihubungkan dengan kabel konduktor menggunakan isolasi sebagai pengukuran akses untuk perbedaan potensial. Detektor ini ditempatkan di bagian bawah peralatan isolasi. 

Alat ini dapat menghilangkan biaya pemuatan / pemasangan insulasi, pembongkaran / pemasangan perancah, dan tidak menghasilkan insulasi limbah. Selain itu, biaya pemeliharaan peralatan terisolasi dapat dikurangi karena potensi korosi di bawah isolasi diturunkan. 
 

12. Metode Shutdown Main Cryogenic Heat Exchanger (MCHE)

Badak LNG adalah perusahaan pemrosesan Liquified Natural Gas di Indonesia, berlokasi di Bontang,Kalimantan Timur, dan memiliki 8 kereta proses (A-H). Unit terakhir dari proses pencairan gas alam menjadi LNG terjadi di Main Cryogenic Heat Exchanger (MCHE). MCHE adalah alat penukar panas dengan tipe desain shell & tube. Dalam prosesnya, unit ini dapat dihentikan secara normal atau dalam kondisi darurat. Berdasarkan SOP No.OP / SD / BP-15 / 05-915H MCHE dapat dihentikan pada suhu -80 ° C dalam Cold Bundle (5TI-29 / 5TI-1A). Selanjutnya, jika Unit MCHE ingin diperbaiki, itu harus dilakukan Pencairan (Sistem pemanas) Unit MCHE dilakukan hingga 25 ° C (suhu sekitar). Pencairan MCHE dilakukan dengan mengalirkan gas bersih dan dipanaskan dari dasar MCHE dalam waktu ± 11 jam dan menghasilkan 286.000 Nm3 gas dibuang dan dibakar dalam nyala api. Masalah-masalah ini dapat diatasi dengan memodifikasi penghentian unit MCHE (5E-1) untuk pemeliharaan pada suhu Shell Side dan Tube Bundle MCHE pada suhu 5TI-21/22/24/25/26/27/28/29/30/31 / 32 rata-rata mencapai -40 ° C, yang membuat proses pencairan lebih pendek karena menggunakan gas bersih dengan aliran 26 kNm3 / jam. 
 

13. Pengisian Propana Evaporator menggunakan Liquid Propana

Dalam proses pengolahan gas alam menjadi LNG ada beberapa tahap, termasuk Unit 1 (Unit Pemurnian, Pabrik 1), Unit 2 (Unit Dehidrasi, Pabrik 2), Unit 3 (Unit Fraksinasi, Pabrik 3), Unit 4 (Unit Pendinginan) , Instalasi 4) dan Unit 5 (Unit Pencairan, Instalasi 5). Tugas utama Bagian Proses Kereta dari Departemen Operasi di mana kluster adalah untuk mengoperasikan Kilang EFGH mulai dari umpan gas ke unit 1 hingga dicairkan menjadi LNG di unit 5. 

Unit 4 adalah unit yang sangat penting dalam industri pencairan LNG, di unit ini gas umpan akan mengalami pendinginan secara bertahap di evaporator (5) hingga -30 ° C sebelum diproses lebih lanjut hingga meleleh ke dalam LNG pada suhu -150 ° C . Selain mendinginkan gas umpan, unit pendingin propana ini juga berfungsi untuk mendinginkan MCR hingga suhu -30 ° C sebelum digunakan untuk mendinginkan dan melelehkan gas umpan dalam Unit 5. 
 

14. Alat Pelontar Kemasan Tellerette di Unit Tipe Menara Aerator

Peluncur kemasan tellerette bertenaga angin bertekanan dari dalam kapal unit aerator, terdiri dari: flensa yang berfungsi sebagai bagian penghubung dengan selang pelepas (unloader); pipa peredam konsentris yang berfungsi sebagai bagian untuk mempercepat udara isap, dan nozel peniup untuk tempat masuknya angin bertekanan dari kompresor dan untuk menyalurkan kemasan kasir, di mana flensa dan pipa peredam konsentris dilapisi dengan serat kaca , sedangkan antara pipa peredam konsentris dan nosel blower dihubungkan ke baut secara melingkar dan tersegel dengan gasket karet, dan pada ujung nosel blower dilengkapi dengan lubang saluran udara masuk bertekanan.